• We are available for any custom works this month
  • Main office: Springville center X264, Park Ave S.01
  • Call us (123) 456-7890 - (123) 555-7891
    Menjadi Universitas Islam yang unggul dan terkemuka dalam integrasi keilmuan yang berwawasan global.
K A ' B A H
  • administrator
  • Prof. Dr. H. Fauzul Iman, M.A
  • Oct 20, 2018

جعل الله الكعبة البيت الحرام قيما للناس والشهر الحرام و الهدى والقلائد ذلك لتعلموا ان الله يعلم مافى السموات وما فى الا رض وان الله بكل شئ عليم ( الما ئدة 97)

"Allah telah menjadikan Ka'bah rumah suci tempat manusia berkumpul. Demikian pula bulan haram, hady dan qalaid. Yang demikian itu agar kamu mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu" ( Al-Maidah : 97)

Dalam ayat ini Tuhan dengan lugas menyebut kata Ka'bah sebgai rumah suci dan tempat berkumpul umat manusia. Kelugasan ini menandai wawasan pengetahuan Tuhan mengenai prospek dinamika dan peran ka'bah di hari hari depan.

Tuhan tampaknya tidak pernah ragu meletakan posisi ka'bah sebagai monumental terbesar bagi sejarah kemanusiaan sekaligus rumah suci. Ketidakraguan ini menjdi bukti betapa daya market ka’bah masih tetap menyedot peminat dari para penunai umrah dan haji yang makin masif.

Kata ka'bah sendiri berasal dari akar kata ka'b yang artinya payudara gadis yang menonjol. Ini dapat dilihat dari konstruk ka'bah sendiri yang berbentuk persegi empat dan berdiri menonjol ke atas. Konstruk ka'bah seperti demikian memperkuat obsesi dan disain Tuhan untuk menunjukan tingginya syiar islam.

L. Stodard dalam bukunya The New Order mengakui bahwa kalau bukan karena pengetahuan Tuhan yang telah terjanjikan, umat islam di dunia akan jera melakukan ibadah haji karena hampir setiap musim/ibadah haji dilakukan telah terjdi peristiwa yang menelan korban nyawa dì mina.

Inilah bukti menonjolnya syiar ka'bah yang tak terbantahkan oleh kekuatan manapun di dunia. Tak satu pun dari kekuatan super power yang sanggup menyetop membludaknya jemaah haji yang setiap tahun terus bertambah. Ka'bah ternyata telah menjadi lambang spektakuler untuk menujukkan ketinggian peradaban spritual di dunia.

Apabila mereka sanggup mendirikan gedung world trade center yang menjulang tinggi dan banyak dikagumi orang dengan pusat perdagangnya, Vatikan dengan gedung megahnya menjadi pusat ritual umat kristiani, Malaysia dengn Twin Towernya menghentak gugah dan memekik spritisme negara Asean, maka Ka'bah bukan hanya dikagumi, tapi ia juga dicemburui karena hingga sekarang bukan saja menjadi pusat kunjungan ritual harian yang tiada henti lagi tak tertandingi. Ia juga menjadi pusat ritual dan pusat perdagangan yang paling primordial dan menggetarkan dunia.

Dengan demikian Proposal /Grand Design Tuhan mendirikan dunia melaui Ka'bah sebagai porosnya, dipastikan tak kan pernah meleset dari strategi dan target capaiannya. Diklarasi ayat di atas bahwa Ka'bah menjadi pusat perkumpulan manusia benar-benar telah menjadi kenyataan yang tak terbantahkan. Ditambah dengan klausul ayat berikutnya bahwa Tuhan mengetahui apa yang terdapat (terjadi) di langit dan di dunia. Klausul ayat itu kini telah membuktikan jati diri Ka'bah masih tetap tegak berdiri dengan sejagat umat yang bertawaf dan mengelilingi seiring bumi berputar siang malam dengan silih berganti. Umat yang berhaji tak pernah kesal hati karena sistem peribadatan yang berlaku tak pernah mengebiri.